
1. Bedakan Bahaya dengan Risiko
Bahaya adalah sumber atau keadaan yang berpotensi menimbulkan cedera atau gangguan kesehatan. Risiko mempertimbangkan kemungkinan serta konsekuensi dari paparan tersebut. Kabel rusak merupakan bahaya; kondisi penggunaan dan kemungkinan kontak memengaruhi penilaian risikonya.
Membedakan keduanya membantu tim menyusun temuan yang jelas. Menulis βrisiko tinggiβ tanpa menyebut sumber, orang yang terpapar, dan situasi kerja tidak cukup untuk menentukan pengendalian.
2. Amati Urutan Pekerjaan
Ikuti pekerjaan dari persiapan, pelaksanaan, pembersihan, sampai penyimpanan. Diskusikan variasi kondisi dengan pekerja, termasuk kondisi saat alat macet, material terlambat, atau personel berganti.
Jangan mencoba menciptakan kondisi berbahaya untuk mengambil dokumentasi. Observasi dilakukan dari posisi aman dan dapat dilengkapi wawancara, catatan pemeliharaan, serta laporan insiden.
- Apa sumber bahaya dan bagaimana paparan terjadi?
- Siapa yang terpapar, termasuk kontraktor dan pengunjung?
- Apa pengendalian yang sudah tersedia?
- Kapan kondisi berubah atau pengendalian gagal?
- Siapa yang perlu menindaklanjuti temuan?
3. Perhatikan Bahaya yang Tidak Langsung Terlihat
Kebisingan, panas, paparan bahan kimia, beban ergonomi, dan faktor psikososial mungkin tidak terlihat dalam foto. Gunakan metode penilaian serta pengukuran yang sesuai oleh pihak berkompeten bila diperlukan.
Periksa pula pekerjaan nonrutin dan keadaan darurat. Daftar bahaya sebaiknya diperbarui saat bahan, alat, tata letak, atau cara kerja berubah.
βTemuan yang jelas menghubungkan sumber bahaya dengan orang dan kondisi paparan.β
4. Dari Temuan ke Tindakan
Catat lokasi, aktivitas, sumber bahaya, serta pengendalian yang ada. Nilai risiko menggunakan metode perusahaan lalu prioritaskan eliminasi, substitusi, atau rekayasa teknis sebelum mengandalkan instruksi dan APD.
Tetapkan penanggung jawab dan tenggat. Jika kondisi memerlukan penghentian pekerjaan, ikuti kewenangan serta prosedur setempat; jangan menunda tindakan penting hanya karena formulir belum selesai.
5. Kesimpulan
Identifikasi bahaya merupakan proses belajar tentang bagaimana pekerjaan benar-benar berlangsung. Keterlibatan pekerja membuat temuan lebih relevan dan solusi lebih mudah diterapkan.
Lanjutkan temuan dengan penilaian risiko, tindakan, dan pemeriksaan efektivitas. Daftar bahaya yang tidak ditindaklanjuti tidak mengurangi paparan.
Sumber Referensi
- PP Nomor 50 Tahun 2012 β Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (JDIH Kemnaker)
- International Labour Organization β National profile on occupational safety and health in Indonesia
Ditulis ulang oleh Tim Editorial Profesia berdasarkan referensi resmi. Informasi edukatif ini bukan pengganti penilaian teknis atau nasihat hukum. Periksa ketentuan dan persyaratan terkini sesuai kegiatan perusahaan Anda.



